Aplikasi Raport Kurikulum Merdeka Versi Kemendikbudristek

Aplikasi raport kurikulum merdeka versi kemendikbudristek terdiri dari daftar nilai, analisis penilaian intrakulikuler dan penilaian proyek pengutan profil pelajar pancasila tingkat SD/SMP/SMA dan SMK sederajat.

Kurikulum merdeka belajar yang diterapkan disekolah memiliki bentuk raport yang berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Hasil capaian belajar yang dilaporkan dalam Kurikulum Merdeka Belajar yaitu berupa nilai, perkembangan dan kemajuan dari masing-masing peserta didik.

Raport Kurikulum Merdeka

Pada penerapan kurikulum merdeka terdapat istilah yang sedikit sama namun memiliki makna yang berbeda, yaitu "Pelaporan Belajar" dan "Pelaporan Hasil Belajar".

Pelaporan Belajar atau laporan kemajuan belajar merupakan salah satu bentuk laporan yang dibuat oleh sekolah sebagai analisis dalam selama kegiatan proses belajar mengajar berlangsung.

Beberapa contoh pelaporan belajar yang paling banyak digunakan adalah, portofolio, diskusi/konferensi dan pameran karya.

Pelaporan hasil belajar merupakan laporan ahir dari proses keseluruhan belajar yang dilakukan siswa selama satu semester. Laporan hasil belajar diberikan pada ahir semester kepada orang tua siswa secara langsung.

Sistem rapor pada setiap satuan pendidikan terdapat perbedaan atau dengan kata lain tidak semuanya sama.

Rapor peserta didik PAUD meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan pendidikan, kelompok usia, semester, informasi pertumbuhan dan perkembangan anak, deskripsi perkembangan capaian pembelajaran, dan refleksi orang tua

Rapor PAUD juga berisikan informasi tentang hasil capaian anak saat melakukan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Rapor peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, nilai, deskripsi, catatan guru, presensi, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Aplikasi Raport dan Penilaian Kurikulum Merdeka

Dalam melakukan assesment ahir, kurikulum merdeka belajar memberikan tiga alternatif pengolahan hasil assesment yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan, diantaranya sebagai berikut.

Raport Kurikulum Merdeka Alternatif 1

Mengolah Seluruh Data Formatif dan Sumatif, untuk Dijadikan Nilai Rapor

Keunggulan: 

  • Asesmen didasarkan pada data yang lengkap dari formatif dan sumatif sehingga pendidik memiliki informasi yang lebih banyak untuk menentukan nilai akhir.
  • Data berupa angka lebih mudah untuk diolah.
Kelemahan:

  • Upaya yang dilakukan pendidik lebih banyak
  • Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah data lebih lama.
  • Penilaian berupa angka, belum mencerminkan kompetensi secara utuh.

Hal yang harus ditinggalkan :

  1. Asesmen formatif hanya dengan mengambil nilai berupa angka.
  2. Hanya menggunakan teknik tes tertulis atau lisan dan mengabaikan teknik penilaian lain, misalnya observasi, produk, praktik, projek, dan portofolio.
  3. Berfokus pada nilai tanpa memberikan umpan balik dan tindak lanjut untuk perbaikan proses pembelajaran.
  4. Pendidik menghabiskan waktu untuk menangani administrasi dan pengolahan penilaian sehingga kehilangan fokus untuk melaksanakan pembelajaran bermakna.

Raport Kurikulum Merdeka Alternatif 2

Mengolah Beberapa Hasil Formatif Berupa Angka dan Seluruh Sumatif, untuk Dijadikan Nilai Rapor.

Keunggulan:

  • Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah nilai lebih singkat.
  • Informasi kemajuan belajar peserta didik lebih bervariasi karena menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif.
Kelemahan:
  • Berpotensi terjadi kesalahan dalam menentukan tujuan pembelajaran yang akan dinilai secara kuantitatif.
  • Upaya pendidik bertambah karena harus mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif.
  • Kesulitan menentukan deskripsi, jika data asesmen formatif kurang lengkap dan tidak terdokumentasikan dengan baik.
Hal yang Harus Ditinggalkan:

  1. Tidak melakukan analisis yang mendalam atas keterkaitan tujuan pembelajaran dan CP ketika menentukan tujuan pembelajaran yang akan dinilai berupa angka.
  2. Dengan menilai tujuan pembelajaran berupa angka, pendidik tidak melakukan asesmen kualitatif karena tidak menjadi komponen penyusun nilai rapor.

Raport Kurikulum Merdeka Alternatif 3

Mengolah Seluruh Data Sumatif, untuk Dijadikan Nilai Rapor

Keunggulan:

  • Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah nilai lebih singkat.
  • Pengumpulan dan pengolahan hasil akhir lebih mudah.
Kelemahan:

  • Berpotensi mengabaikan peran asesmen formatif yang terpadu dengan pembelajaran karena pendidik terpaku pada asesmen sumatif.
  • Kesulitan menentukan deskripsi, jika data asesmen formatif kurang lengkap dan tidak didokumentasikan dengan baik.
Hal yang Harus Ditinggalkan:

  1. Pendidik hanya berfokus pada penilaian sumatif, sehingga mengabaikan atau tidak melakukan asesmen formatif.
  2. Hasil asesmen formatif tidak digunakan sebagai dasar untuk memberikan umpan balik dan tindak lanjut guna perbaikan proses pembelajaran yang berkelanjutan.
  3. Pendidik melakukan asesmen formatif, namun hasilnya tidak digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan nilai akhir pada rapor.

Baca Juga :

Download Aplikasi Raport Kurikulum Merdeka

Bagi sekolah yang membutuhkan aplikasi raport kurikulum merdeka dapat menggunakan contoh aplikasi raport kurikulum merdeka yang dibuat oleh.....dibawah ini

Aplikasi Raport Kurikulum Merdeka Versi Kemendikbudristek

Panduan Pengisian raport kurikulum merdeka

Itulah informasi mengenai aplikasi raport kurikulum merdeka vesi kemendikbud ristek yang dapat kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk semua.

0 Response to "Aplikasi Raport Kurikulum Merdeka Versi Kemendikbudristek"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel