Model Jaring Laba-Laba (Webbed) Dalam Pembelajaran Paud/TK

Dalam kegiatan mengajar jenjang Paud atau TK ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru, salah satunya dengan menggunakan model jaring laba-laba. Istilah "jaring laba-laba" digunakan karena rancangan pembelajaran ini seperti jaring yang dibuat oleh laba-laba.

Model jaring laba-laba merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik sebagai pusat pembelajaran yang kemudian dijabarkan dalam beberapa kegiatan atau bidang pengembangan.

Tema pembelajaran dapat ditetapkan oleh sesama guru atau guru dengan anak didik atau anak didik sendiri yang memilih tema apa yang di inginkan. Setelah pemilihan tema, selanjutnya memilih sub-sub tema dengan tetap memperhatikan keterkaitan mata pelajaran lain.

Sebagai contoh ketika tema yang dipilih adalah binatang, maka sub-sub tema yang berkaitan adalah tema binatang air, binatang mamalia, binatang buas, dan lain sebagainya.

Dengan begitu kegiatan pembelajaran di tk/paud dapat berjalan dengan baik karna pada usia ini proses berfikir mereka masih secara holistik.

Baca Juga ;

Kelebihan dan Kekurangan Model Jaring Laba-Laba

Setiap model pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, namun semua itu kembali kepada para pengajar. Apahak ingin menggunakan model jaringan tersebut atau tidak.

 Kelebihan model jaring laba-laba

  1. Memudahkan anak untuk melihat keterkaitan antar tema
  2. Lebih mudah dilakukan oleh para guru termasuk pemula
  3. Pendekatan tematik memberikan kejelasan ‘payung’ yang akan memotivasi anak maupun guru.
  4. Ada kekuatan motivasi yang berasal dari proses penentuan tema yang diminati oleh anak-anak.

Kekurangan model jaring laba-laba

  1. Cukup sulit dalam memilih dan menentukan tema
  2. Guru cenderung merumuskan tema yang dangkal, kurang dieksplorasi atau digali lebih dalam.
  3. Guru tetap harus dapat memenuhi misi kurikulum baku..
  4. Sering kali guru lebih memperhatikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dari pada pengembangan konsep.

Pembelajaran dengan cara tematik ini sangat sesuai untuk anak tk atau paud karna mereka masih berfikir secara holistik dan belum terperinci.

Rancangan Pembelajaran Terpadu di TK dengan Model Jaring Laba-Laba

Dalam membuat rancanagan pembelajaran model jaring laba-laba, terlebih dahulu harus mempelajari kompetensi dasar dari model tersebut. Selain kompetensi dasar juga harus mempelajarai hasil belajar dan indikator setiap kelompok usia.

Nantinya kompetensi ini yang menjadi acuan dalam memilih tema dan kegiatan yang sesuai untuk dilakukan anak-anak.

A. Identifikasi Tema dan Sub Tema Kemudian Memetakanya

Tema memegang peranan penting dalam kegiatan pembelajaran di TK, yaitu untuk :

  1. Memudahkan anak memutuskan perhatian pada satu tema atau topik tertentu
  2. Memudahkan anak mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai bidang pengembangan dalam tema yang sama
  3. Meningkatkan pemahaman terhadap materi sehingga lebih mendalam dan berkesan
  4. Mengembangkan berbagai kompetensi bahasa dengan dengan lebih baik, dengan mengaitkan aspek pengembangan lain dan pengalaman pribadi anak
  5. Anak lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas
  6. Meningkatkan gairah belajar anak karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi yang nyata, misalnya bertanya, bercerita, menulis deskripsi, menulis surat untukmengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus bidang pengembangan lain
  7. Efisiensi waktu karena bidang pengembangan yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga kali pertemuan. Waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan atau pengayaan
Agar tema dapat berperan dengan optimal, guru perlu memperhatikan rambu-rambu dalam pembelajaran berdasarkan tema atau pembelajaran tematis, yaitu sebagai berikut :

  • Pembelajaran tematis dimaksudkan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan utuh
  • Dalam pelaksanaannya perlu mempertimbangkan alokasi waktu setiap tema dan banyak sedikitnya bahan yang ada di lingkungan sekitar.
  • Tema dipilih mulai dari lingkungan yang terdekat dengan anak
  • Tema yang dihubungkan dengan hari-hari besar atau  istimewa, misalnya hari kemerdekaan, hari ibu, hari anak.

Selain itu, pemilihan tema yang akan digunakan dalam pembelajaran di TK dapat dikembangkan dengan memperhatikan berbagai kriteria, yaitu tema tersebut disesuaikan dengan :

  1. Minat anak
  2. Minat guru
  3. Kebutuhan anak
  4. Hari besar nasional atau hari istimewa
  5. Kurikulum sekolah

B. Mengidentifikasi indikator pada setiap kompetensi bidang

Setelah menentukan jaring tema maka langkah selanjutnya adalah mengindentifikasi indikator pada berbagai bidang pengembangan yang disesuaikan dengan jaring tema yang telah di buat.

Namun, apabila ada indikator yang cukup sulit disesuaikan dengan jaring tema yang ada, kita tidak perlu memaksakan diri. Sebaliknya yang lebih diutamakan adalah tercapainya kemampuan tersebut, bukan keterlaksanaan jaring tema.

C. Menentukan Kegiatan Pada Setiap Bidang Pengembangan

Pada langkah ini, dari setiap indikator yang telah ditentukan perlu dipikirkan kegiatan yang sesuai dengan tema dan subtema. Kegiatan tersebut dapat dituangkan pada rencana pembelajaran paud atau tk.

D. Menyusun Rencana Kegiatan Mingguan

Setelah kegiatan tersusun, selanjutnya kita perlu membuat rencana kegiatan pembelajaran untuk satu minggu yang biasanya disebut dengan Satuan Kegiatan Mingguan (SKM).

Model SKM yang biasanya di TK ada dua macam, yaitu dilihat dari sisi bentuk bagannya, dapat digunakan bentuk webbed atau bentuk matrik. Sedang dari sisi pengorganisasian kelasnya, terdapat model pembelajaran kelompok dan model pembelajaran berdasarkan minat.

Untuk SKM bentuk webbed  dengan model pembelajaran kelompok, bagannya bisa berupa jaring seperti pada langkah ke-3, dengan asumsi jaring tersebut akan dilaksanakan dalam 1 minggu.

SKM model pembelajaran kelompok ini dapat juga langsung ditampilkan dalam bentuk jaring per hari. Pada SKM bentuk ini, setiap bidang pengembangan, yaitu perilaku, bahasa, kognitif, fisik/motorik dan seni diusahakan dibagi secara merata dalam jumlah hari belajar.

E. Menyusun Rencana Kegiatan Harian

Setelah SKM disusun, selanjutnya kita perlu menjabarkannya dalam rencana kegiatan harian, yang biasanya disebut dengan Satuan Kegiatan Harian (SKH).

SKH terdiri dari dua model yang dapat digunakan, yaitu bentuk webbed dan bentuk matrik.

Kelebihan SKH bentuk webbed adalah kita dengan mudah dapat melihat jenis kegiatan dalam satu hari secara keseluruhan, sedangkan kekurangannya adalah tahap demi tahap kegiatan sejak pembukaan sampai dengan penutup tidak akan terlihat.

Sebaliknya, SKH bentuk matriks memudahkan untuk melihat tahap-tahap kegiatan dari pembukaan sampai dengan penutup, juga alat dan sumber belajar diperlukan, tetapi membutuhkan waktu cukup lama untuk membuatnya.

Demikian model jaring laba-laba (Webbed) dalam Pembelajaran terpadu TK dan PAUD, semoga bermanfaat, terimakasih.

0 Response to "Model Jaring Laba-Laba (Webbed) Dalam Pembelajaran Paud/TK"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel